Memaknai Natal dalam Konteks Kandang Domba, Bukan Pohon Cemara


Memaknai Natal dalam Konteks Kandang Domba , Bukan Pohon Cemara

Kenapa Natal selalu diidentikan dengan kemewahan, pesta, dan hura-hura, bukan sebuah kesederhanaan? Inilah pergeseran makna Natal yang sedang terjadi.Pusat perbelanjaan dan hotel menampilkan Natal dari sebuah sudut pandang yang glamour.Bahwa Natal adalah kemeriahan, sebuah kemewahan yang ditunjukan dengan diskon dan hiasan-hiasan pohon cemara buatan yang menjulang tinggi . Promo dan berbagai kegiatan sepanjang bulan Desember sampai Tahun Baru menjadi persaingan di berbagai pusat perbelanjaan dan hotel

Memaknai Natal dalam konteks kandang domba berarti menghayati nilai kekeluargaan. Dalam kandang domba, terdapat sebuah keluarga, Yosep, Maria dan bayi Yesus. Bahwa Natal adalah mengembalikan kita pada keluarga, sebagai suatu kesatuan. Keluarga untuk saling melengkapi, memaafkan dan berbagi bersama.
Memaknai Natal dalam kandang domba berarti menghayati nilai kesederhanaan dan kemiskinan. Yesus dilahirkan dalam palungan, di kandang yang hina. Ini berarti, bahwa Natal mengingatkan kita akan pentingnya sebuah kasih dan kepedulian bagi orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Natal dalam konteks kandang domba juga sebagai refleksi bersama bagi bangsa ini, yaitu sampai saat ini, masih banyak saudara-saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Inilah saat yang tepat, memaknai Natal sebagai waktu untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.

Memaknai natal dalam konteks kandang domba berarti menghayati nilai kerukunan dan persaudaraan. Dalam kandang domba, tidak hanya sosok Yosep,Maria dan bayi Yesus, tetapi juga gembala dan tiga orang Majus yang mengunjungi bayi Yesus. Ini menandakan bahwa Natal dimaknai sebagai saat yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan, kerukunan dan kedamaian antar umat beragama. Saling mengunjungi dan memberi selamat adalah sebuah nilai yang tiada duanya dibandingkan nilai sebuah kemewahan Natal yang ditawarkan menjadi bisnis.chek

Komentar